Dugaan Ketidak Sengkronan Antara BPD Dan TPK Masalah Pembangunan Jembatan Desa

  • Whatsapp
BongkarFakta.id Bengkulu Selatan
Dengan adanya pemberitaan dibeberapa penerbitan oleh media ini, terkait dugaan pengerjaan jembatan asal jadi di Desa Tumbuk Tebing Kecamatan Bunga Mas yang dianggarkan untuk yang kedua kalinya menggunakan dana Desa irban 3 tinggal menunggu perintah Inspektur untuk turun lapangan.
Sesuai pemberitaan media ini pada penerbitan sebelumnya, Desa Tumbuk Tebing Kecamatan Bunga Mas melaksanakan pembangunan jembatan yang di danahi oleh dana Desa yang kedua kalinya yang mana pada beberapa tahun lalu jembatan ini sudah dibangun menggunakan dana Desa, namun dengan adanya jembatan ini putus Pemerintah Desa kembali menganggarkan jembatan tersebut dari dana Desa pada tahun ini.
Anggota BPD Desa Tumbuk Tebing (Zilpikri) saat dikomfirmasi dengan jelas menyatakan bahwa “tiang jembatan tidak seluruhnya baru hal ini diakibatkan anggaran tidak mampu” tutur Zilpikri.
Zilpikri juga membenarkan bahwa jembatan tersebut memang sudah pernah dibangun menggunakan dana Desa ” ya benar jembatan itu sudah pernah dibangun menggunakan dana Desa tapi saya lupa tahunnya, jembatan tersebut putus makanya dianggarkan kembali akan tetapi karena keterbatasan anggaran tiang jembatan tidak bisa baru seluruhnya” tutup Zilpikri.
Disisi lain TPK Desa Tumbuk Tebing (Didi) saat dikomfirmasi di Kantor Desa Tumbuk Tebing menjelaskan bahwa ” pembangunan jembatan sepenuhnya baru baik tiang – tiangnya, kami juga bekerja sesuai dengan RAB” sembari memperlihatkan gambar dengan Kades yang baru.
Didi selaku TPK saat hendak dikomfirmasi sempat melempar agar komfirmasinya dengan Sekdes Tumbuk Tebing, namun awak media bersekuku hendak komfirmasinya dengan TPK langsung karena yang lebih berhak memberikan hak jawab terkait pekerjaan tersebut adalah TPK.
Inspektorat Kabupaten Bengkulu Selatan yang menangani pengawasan di Desa Tumbuk Tebing (Irban Tiga) Supardi saat dikonfirmasi menyatakan, “kami akan menunggu perintah Inspektur, memang terkait Tumbuk Tebing kami belum melakukan pemeriksaan karena kami melakukan pemeriksaan secara acak, jadi secara kebetulan Tumbuk Tebing tidak termasuk, namun dengan adanya laporan ataupun informasi yang masuk ke kami akan kami tindak lanjuti, akan tetapi kami tunggu dulu perintah Inspektur” tutup Supardi.
Menyikapi hal ini Diki selaku penggiat anti korupsi dikabupaten Bengkulu Selatan menanggapi “agar kiranya Inspektorat dapat turun secepatnya di Desa Tumbuk Tebing Kecamatan Bunga Mas, jangan sampai dengan adanya pekerjaan yang disinyalir asal – asalan yang menimbulkan kerugian Negara terkesan ada pembiaran” jelas Diki.
Diki juga menambahkan “Di samping hasil pekerjaan di lapangan yang sudah terlihat jelas hasilnya, pernyataan Anggota BPD yang menyatakan anggaran terbatas bertolak belakang dengan pernyataan TPK yang menyatakan bahwa seluruh jembatan baru, dapat dijadikan sebagai pintu masuk Inspektorat dalam melakukan pemeriksaan, artinya ada apa dengan pernyataan keduanya ini yang memang berkompeten dalam penyerapan anggaran di Desa tersebut” tutup Diki.
DPMD Bengkulu Selatan Hamdan Sarbaini saat diknfirmasi diruang kerjanya menyatakan “kok bisa pernyataan anggota BPD berbanding terbalik dengan TPK, jadi dengan adanya imformasi yang masuk dengan kita, kita akan turunkan tim untuk menelusuri kebenarannya secepatnya” tutup Hamdan.
Hingga berita ini diterbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya sedang diupayakan. (SG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *