Pemdes Ulak Lebar Diduga Diam, Bangunan Desanya Dirubah Dari Perencanaan Awal, Perkim BS Akan Segera Surati BKAD Ulak Lebar.

  • Whatsapp

BongkarFakta.id Bengkulu Selatan –

Dengan adanya perubahan pada jembatan Desa Ulak Lebar yang dikerjakan oleh TPK Desa Ulak Lebar, yang kemudian dikerjakan kembali dengan BKAD Ulak Lebar dengan menggunakan dana Pisew. Kejadian seperti ini patut dipertanyakan kejelasan anggaran yang sebenarnya digunakan.

Sesuai papan merek pekerjaan yang ditempel oleh TPK Desa Ulak Lebar dengan dana dua puluh juta lebih dengan kegiatan Peningkat jembatan. Jelas jembatan tersebut dikerjakan oleh Pemerintah Desa Ulak Lebar. Akan tetapi berselang tidak lama TPK Desa Ulak Lebar selesai mengerjakan dengan menggunakan anggaran dana Desa. BKAD Ulak Lebar kembali mengerjakan jembatan tersebut dengan dana yang tak jelas. Apakah pembangunannya dianggarkan di Pisew apa bukan.

Hal ini jadi pertanyaan besar, yang mana dengan adanya kejadian ini nampaknya pihak Pemdes Ulak Lebar serasa diam tak berkutik. Bagaimana tidak, bangunannya disinyalir sengaja dirusak dengan pihak BKAD.

Dugaan pengrusakan ini jelas tampak dari hasil pekerjaan yang dilanjutkan kembali oleh BKAD Ulak Lebar. Dana Desa dengan dana Pisew sudah barang pasti terpisah penganggaran serta perencanaannya dengan demikian perencanaan Desa diduga tidak sesuai dengan hasil pekerjaan di lapangan.  Hal ini diakibatkan dengan adanya penambahan ketebalan lantai jembatan, sudah barang pasti menambah beban yang mana keluar dari ketebalan lantai jembatan yang sudah direncanakan oleh pihak Desa.

Kepala Desa Ulak Lebar Heri saat dikonfirmasi menyatakan ” bahwa jembatan tersebut sudah kami bangun seratus persen barulah mereka bangun kembali. terkait adanya ketebalan lantai bertambah kembali saya tanyakan dulu dengan pihak teknis nanti” jelas Heri.

Terpisah TPK Pekerjaan jembatan dari Desa juga menjelaskan ” kami bekerja sesuai dengan RAB yang ada kemungkinan jembatan yang sudah kami kerjakan terlalu rendah dari Rabat yang BKAD bangun itulah mereka bangun kembali” jelas TPK.

Kadis Perkim Haroni saat ditemui diruang kerjanya beliau menjelaskan, bahwa “Dengan adanya hasil pekerjaan yang diduga tidak mengikuti spek yang ada kami akan sesegera mungkin menyurati pihak BKAD Desa Ulak Lebar agar dapat memperbaiki jalan Rabat Beton yang dikerjakannya, sebab hal itu tidak bis, karena mereka bekerja sudah dipedomani dengan aturan dan ketentuan yang ada” pungkas Haroni.

“kita Dinas Perkim Bengkulu Selatan bisa melakukan teguran saja, karena seluruh pendanahan didanahi oleh pihak Balai Permukiman, namun mudah – mudahan dengan adanya kita melakukan teguran. Pihak BKAD Desa Ulak Lebar dapat memperbaiki pekerjaannya jangan, sampai merugikan Masyarakat” tutup Haroni.

Diki selaku penggiat anti korupsi juga menjelaskan “hasil pekerjaan BKAD Ulak Lebar jangan sampai dibiarkan, sebab dugaan Mark-Up pada pekerjaannya berpotensi kuat menimbulkan kerugian Negara, belum mereka tidak menghitung akibat atas pengerjaan kembali jembatan. Mereka juga disinyalir tidak melakukan pemasangan sirtu setebal 5CM sebelum pemasangan mulsa mall” tutup Diki.

Dengan adanya berita ini diterbitkan kiranya pihak terkait dapat melakukan pengecekan yang serius pada pekerjaan BKAD Ulak Lebar. Demikian juga dengan pihak balai agar dapat melakukan teguran dengan Fasilitator yang ditugaskan di lapangan, jangan sampai terjadi kesalahan di lapangan yang menimbulkan kerugian Negara yang dapat merugikan Masyarakat Ulak Lebar pada khususnya. (SG)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *