Diduga Mar-Up Pada Bantuan BPNT Sangat Merugikan Masyarakat, Kiranya APH Harus Lebih Serius Lakukan Pemeriksaan Di Dinsos BS.

  • Whatsapp

BongkarFakta.id Bengkulu Selatan

Dugaan Mar-Up pada pembagian sembako yang dilakukan melalui program bantuan pemerintah non tunai (BPNT) sangat merugikan banyak Masyarakat, hal ini jelas dengan adanya Masyarakat menerima sembako yang tidak sesuai dengan besaran bantuan yang ditentukan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dinas Sosial.

Bacaan Lainnya

Pemerintah pada program BPNT ini menganggarkan Rp.200.000 untuk setiap penerima, yang diserahkan dengan bentuk sembako untuk Masyarakat yang mana program ini di awasi oleh Dinas Sosial setiap Kabupaten.

Dinas Sosial tiap Kabupaten melakukan pengawasan pembagian bantuan ini dengan menggunakan perpanjangan tangan disetiap Kecamatan melalui TKSk, namun para TKSK ini tetap dalam pengawasan Dinas Sosial masing – masing serta menjadi penanggung jawab honor mereka.

Namun pada pembagian bantuan BPNT Kabupaten Bengkulu Selatan diduga keras ada kecurangan yang dilakukan saat pembagian setiap bulannya, hal ini jelas terlihat dengan adanya sembako yang diterima Masyarakat masih lumayan jauh dari anggaran yang disediakan oleh Pemerintah sebesar Rp. 200.000/penerima.

Iksan selaku penggiat anti korupsi Kabupaten Bengkulu Selatan menanggapi dugaan kecurangan ini “masih sangat jauh dari harapan serta besaran anggaran yang tersedia dari pemerintah, hal ini sangat merugikan bagi Masyarakat apalagi para penerima Masyarakat yang kurang mampu oleh sebab itu sangat miris tindakan yang dilakukan oleh pihak Dinas Sosial Bengkulu Selatan, kiranya dengan adanya hal ini pihak terkait terlebih APH diharapkan kehadirannya demi Masyarakat dugaan kecurangan ini harus diproses” ungkap Iksan sambil gelengkan kepala dengan rahut wajah yang sedih hal tersebut masih terjadi menimpah Masyarakat yang kurang mampu.

Nelli selaku Kasi yang membidangi saat dikonfirmasi terkait kecurangan yang terjadi, masih membantah dengan menerangkan item yang diserahkan untuk Masyarakat serta harganya yang mana masih jauh dari kenyataan dilapangan dari seluruh pengakuan Nelli saat dikonfirmasi awak Media.

Salah satu Masyarakat penerima yang namanya minta dirahasiakan meminta agar hal ini benar – benar dibongkar sebab sangat merugikan Masyarakat banyak khususnya penerima “tolong agar benar dibongkar pak sebab kejadian ini sudah sekian lama terjadi sambil mengajak awak Media melakukan penimbangan beras yang diterimanya, lihat kesini Pak inikah yang dimaksud beras 12Kg, ini cuman 10Kg Pak ini salah satu contoh apalagi item lainnya yang jelas masih jauh dari yang diharapkan bantuan Rp.200.000 tersebut” ungkap salah satu Masyarakat dengan nada kesal.

Hingga berita ini diturunkan konfirmasi terhadap pihak terkait lainnya serta TKSK Kecamatan Seginim sedang diupayakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *