Di Duga Oknum Kelompok GAPOKTAN Menjual Alat Kelompok

  • Whatsapp
BongkarFakta.id Bengkulu Selatan
Pemerintah tidak bosan – bosannya berupaya untuk meningkatkan ekonomi Masyarakat salah satunya melalui pertanian, oleh sebab itu Pemerintah selalu menganggarkan anggaran yang lumayan pantastis dalam memfasilitasinya demi mempermudah petani dalam pengelolaan.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan ekonomi di bidang pertanian, dengan memberikan bantuan seperti Pupuk bersubsidi dan alat pertanian salah satunya mesin penggiling padi.
Akan tetapi upaya Pemerintah ini nampaknya tidak didukung seluruh pihak, hal ini terlihat pada Gapoktan Desa Keban Jati Kecamatan Ulu Manna Diduga Mesin Penggiling Padi yang dibantukan Pemerintah dengan Gapoktan ini dijual.
Salah satu Masyarakat yang namanya enggan disebutkan menjelaskan, bahwa mesin tersebut telah dijual ” kalau gak salah dijual ke arah Pagar Alam karena dulu mesin itu PS 120 karena informasi sudah mulai tercuak dimasyarakat maka mereka ganti dengan mesin yang lebih kecil, bantuan yang diterima Gapoktan dari Pemerintah itu menggunakan stater sedangkan kini mesin penggantinya pakai engkolan terang salah satu Masyarakat “.
Ketua Kelompok Gapoktan Keban Jati (Ahmad Narjon) saat dikonfirmasi menepis seluruh tuduhan tersebut beliau menyatakan ” tidak ada dijual mesinnya masih ada informasi itu tidak benar orang yang melapor itu hanya ingin buat kisruh aja apalagi kami kini baru selesai Pilkades jelas Ketua Gapoktan Desa Kebanjati Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu” Ahmad Narjon.
Kiranya dengan adanya kejadian ini serta berita ini diturunkan Pihak – Pihak terkait dapat melakukan penelusuran ataupun pengecekan bantuan Pemerintah berupa Mesin Giling Padi yang disalurkan dengan Gapoktan Keban Jati yang disinyalir dijual oleh oknum Pengurus Gapoktan.
Hal ini perlu dituntaskan karena kejadian ini sangat merugikan Masyarakat, terlebih pada saat ini Rumah tempat mesin tersebut sudah dibongkar, dengan adanya kejadian ini Masyarakat sudah sangat dirugikan demikian juga dengan fasilitas Negara yang tidak jelas peruntukannya yang semestinya dapat membantu Masyarakat demi kelancaran peningkatan ekonomi.
Darwin salah satu penggiat anti korupsi Kabupaten Bengkulu Selatan buka bicara, apabila hal itu memang benar -benar terjadi maka pihaknya akan segera melengkapi berkas dan akan melaporkan hal tersebut terhadap pihak APH , karena hal ini dijelaskanya (Darwin) sangat merugikan Masyarakat terkhusus Masyarakat Keban Jati terlebih lebih merugikan keuangan Negara tutup Darwin.
Dengan adanya berita ini diturunkan konfirmasi terhadap pihak – pihak terkait dalam hal ini Dinas Pertanian sedang diupayakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *