Desa Kayu Ajaran Sepakat Menetapkan Penerima BLT-DD Sebanyak 67 KK

  • Whatsapp

Bongkar fakta.id Benkulu Selatan

Setelah melalui musyawarah desa khusus (Musdesus) guna memastikan pemerataan penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), akhirnya pemerintah desa Kayu Ajaran, kecamatan Ulu Manna, Bengkulu Selatan (BS) bersama Bandan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat setempat menetapkan sebanyak 67 Kepala keluarga (KK) sebagai penerima BLT DD tahun anggaran 2021, Rabu (17/2).

Bacaan Lainnya

Dengan diperpanjangnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Terhitung dari Januari hingga Desember 2021 mendatang. Hal tersebut dilakukan sebagai kebijakan pemerintah dalam meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Virus Covid-19.

“Sudah di tetapkan dan disepakati bersama melalui Musdesus penerima BLT DD sebanyak 67 KK,” kata Kades Kayu Ajaran melalui Sekdes Bambang Harianto, kepada awak media usai kegiatan tersebut.

Tidak mudah bagi pemerintah desa Kayu Ajaran untuk menetapkan penerima manfaat BLT DD tersebut. Bagaimana tidak, setelah dibentuknya tim pendataan hingga langsung turun lapangan untuk memverifikasi calon penerima yang sesuai dengan kriteria. Selain itu, dari hasil pendataan kembali di tetapkan dalam Musdesus penerima BLT DD.

“Tentunya harus sesuai dengan kriteria, terlebih lagi yang belum pernah tersentuh dengan bantuan baik dari pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat itu kita prioritaskan,” ujar Bambang

Sementara itu, untuk penyaluran BLT DD sebesar Rp 300.000 per bulan selama 12 bulan tersebut, tergantung cepat atau lambatnya pencairan, bahkan hingga saat ini pemerintah desa masih melakukan proses pencarian tahap satu.

“Mudah-mudahan proses pencarian tidak terkendala, sehingga penyaluran BLT DD bisa secepatnya dilakukan. Saya rasa awal Maret, BLT DD ini dapat di salurkan,” bebernya

Selain itu, ketua BPD Kayu Ajaran Barlian menuturkan, dengan adanya perpanjangan BLT DD tersebut, diharapkan dapat menjadi penunjang ekonomi di tengah pandemi. Tak kala penting, protokol kesehatan (Prokes) selalu di taati.

“Jangan sampai disalah gunakan, BLT DD ini untuk mengatasi keterpurukan ekonomi ditengah pandemi, jadi manfaatkanlah dengan baik,” tutup Barlian.( Sugi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *